Hari ini, aku sangat ingin melakukan Jam Kudus di hadapan Sakramen Mahakudus, tetapi Allah menghendaki lain. Pada pukul delapan, aku dicekam dengan rasa sakit yang sedemikian nyeri sehingga aku harus serta merta pergi tidur. Selama tiga jam aku dicekam rasa sakit; yakni sampai pukul sebelas malam. Tidak ada obat yang dapat meredakan sakitku, dan apa pun yang aku telan aku muntahkan. Kadang-kadang rasa sakit itu begitu hebat sampai aku tak sadarkan diri. Yesus menyadarkan aku bahwa dengan cara ini aku ambil bagian dalam sakratulmaut-Nya di Taman Getsemani, dan bahwa Ia sendiri mengizinkan penderitaan-penderitaan ini untuk mempersembahkan doa penyilihan kepada Allah untuk dosa ibu-ibu jahat yang membunuh bayi-bayi mereka sewaktu masih berada di dalam kandungan. Sampai sekarang, sudah tiga kali aku mengalami penderitaan seperti ini. Penderitaan-penderitaan itu selalu mulai pada pukul delapan petang dan berlangsung sampai pukul sebelas. Tidak ada obat yang dapat meringankan penderitaan-penderitaan ini. Kalau pukul sebelas tiba, penderitaan-penderitaan itu berhenti dengan sendirinya, dan pada saat itu aku pun tertidur. Keesokan harinya, aku merasa sangat lemah.
Penderitaan ini menimpa aku untuk pertama kalinya ketika aku berada di sanatorium. Para dokter tidak dapat menemukan sebab-sebab penyakit itu, dan tidak ada suntikan atau obat yang membantu aku sama sekali; aku sendiri tidak mengerti penderitaan macam apa itu. Aku memberitahukan kepada dokter bahwa belum pernah dalam hidupku aku mengalami penderitaan-penderitaan semacam ini, dan dokter pun menyatakan bahwa ia tidak tahu penyakit macam apa yang aku derita. Tetapi kini, aku memahami hakikat rasa sakit ini sebab Tuhan sendiri telah memberitahukannya kepadaku ... Tetapi apabila aku berpikir bahwa barangkali aku akan mengalami penderitaan seperti ini lagi, aku merasa sangat ketakutan. Tetapi, aku tidak tahu apakah aku akan pernah mengalami penderitaan seperti ini lagi; aku serahkan hal ini kepada Allah. Apa yang akan diberikan oleh Allah akan kuterima dengan penyerahan diri dan penuh kasih. Kalau saja lewat penderitaan-penderitaan ini aku dapat menyelamatkan hanya satu jiwa dari pembunuhan, terpujilah Tuhan! (Dairi St. Faustina, 1276)


Tidak ada entri.
Tidak ada entri.